Wellcome to my blog, a blog with the themes of monivation, philosophy of life, and inspiring stories... Discover your life spirit here..!!

Tentang Saya

My Photo
Tangerang, Indonesia
Seorang mahasiswa yang tertarik dengan filosofi kehidupan, Studying Akuntansi Pemerintahan STAN, Contact: 085717611514 / @khairul_amri_d / Fb: Khairul Amri Dalimunthe

Kisah Dua Tukang Sol

| Monday, April 25, 2011 |
Readers

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.


Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat
order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan. 


Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.


“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.


“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.


“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.


“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”


“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.


“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.


“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.


“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.


Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.

“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”


Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut. 


Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,

“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”


Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,

“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”


“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.

“Abang yakin?”


“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.


“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.


“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.


Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.

“Apa kabar mang Udin?”


“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.


Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,

“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”


“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.


“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.


Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,

“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”


“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.


Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.

“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.


Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.

“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.


“Tidak.”


“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”


Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.

“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.


“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”


Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.

sumber


Related Post:



4 comments:

BLOG KEREN said...

nice ceritanya,,salam kenal sob,,link sobat sudah saya pasang,,mohon pasang balik ya

Made Budi said...

Motivasi hidup yang menarik sekali, memang kita harus mensyukuri nikmat yang diberikan olehnya :)

cepi xtm btkl said...

mkasih banyak sob buat informasinya yah ....saya suka dengan blog anda ,,,

sherlina halim said...

Pengen yang lebih seru ...
Ayo kunjungi www.asianbet77.com
Buktikan sendiri ..

Real Play = Real Money

- Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
- Bonus Mixparlay .
- Bonus Tangkasnet setiap hari .
- New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
- Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
- Cash Back up to 10 % .
- Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : op1_asianbet77@yahoo.com
- EMAIL : asianbet77@yahoo.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7234
- WECHAT : asianbet_77
- SMS CENTER : +63 905 209 8162
- PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

Salam Admin ,
http://asianbet77.com/

Post a Comment

TRANSLATE

Daftar Isi

Artikel Lain

 

TERBARU

SAHABAT MOTIVEME

GUEST BOOK


ShoutMix chat widget
DreamHost promo